Selasa, 24 November 2009

.

ANTISIPASI BANJIR SIAPKAN TIM KHUSUS

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyiagakan tim khusus untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang muncul bila bencana banjir melanda."Melalui Komite Penanggulangan Bencana IDI, kami sudah melakukan koordinasi dengan 363 cabang IDI di wilayah untuk menyiapkan tenaga dokter dan sumber daya yang dibutuhkan," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr.dr.Fachmi Idris, MKes di Jakarta, Kamis.PB IDI, menurut dia, juga merekrut relawan medis dan non medis serta membekali mereka dengan keahlian yang dibutuhkan untuk membantu penanganan bencana, termasuk bencana banjir."Yang kita siapkan adalah tenaga-tenaga yang siap memberikan pelayanan dalam kondisi apa pun. Karena itu yang dibutuhkan dalam kondisi yang serba darurat saat ada bencana," ujarnya.Selain itu, menurut dia, PB IDI juga melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan komunitas dalam mencegah dan menghadapi dampak bencana."Kami berusaha memberdayakan komunitas dengan memberikan penyuluhan dan menyebarluaskan informasi mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan bencana melalui pembagian selebaran dan buku pedoman," jelasnya.Lebih lanjut Fachmi menjelaskan, kegiatan penanggulangan bencana yang perlu dilakukan untuk meminimalkan kesakitan dan kematian akibat bencana banjir antara lain meliputi pemberian pelayanan medis dasar pra rumah sakit dan pelayanan nonmedis.

Pelayanan nonmedis meliputi pembagian logistik dan penyediaan air bersih."Untuk penyediaan air bersih kami bekerja sama dengan LAPI ITB menyediakan alat"MobileWaterTreatment" yang kapasitasnya 5.000 liter per detik. Alat ini siap dioperasikan bila ada bencana banjir," jelasnya.

Potensi Banjir

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan musim penghujan di seluruh wilayah Indonesia bermula pada November 2007. Puncak hujan bervariasi di tiap daerah namun di wilayah DKI Jakarta, yang hampir setiap musim hujan dilanda banjir, puncak hujan diprakirakan terjadi bulan Desember 2007-Januari 2008.Curah hujan yang tinggi pada puncak musim hujan dan kondisi lingkungan yang mendukung dikhawatirkan kembali membuat kawasan ibukota rawan banjir."Karena menoleh pengalaman awal tahun 2007, banjir melanda hampir 80 persen wilayah Jakarta," katanya.Fachmi menjelaskan, selain mengakibatkan kerusakan sarana fisik dan menghambat aktivitas, banjir juga memicu munculnya berbagai masalah kesehatan seperti diare, leptospirosis, demam berdarah, tetanus, dermatitis dan penyakit yang sifatnya psikosomatis.Guna menekan angka kesakitan dan kematian akibat masalah kesehatan tersebut, menurut dia, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan dampak bencana secara terkoordinir dan sistematis."Penanganan banjir beserta dampak yang mengikutinya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa sendiri-sendiri. Kita perlu melakukan upaya secara terkoordinasi, terukur dan sistematis

manusia gorong gorong

Di sebagian wilayah jakarta seperti di jalan wahid hasyim, jakarata pusat, awal pekan ini hapir seperempatnya tersita gundukan lumpur.
hal ini disebabkan oleh hujan yang terus mengguyur jakarta. Dengan demikian pemerintah kota mempekerjakan orang untuk membersihkannya.
manusia gorong gorong, banyak orang yang mencibir pekerjaan mereka, namun tanpa mempedulikan omongan orang mereka tetap bekerja.
setiap hari manusia gorong gorong bersentuhan dengan selokan sejak jam 8 sampai dengan jam 5 sore. Saat mendung tebal dan hujan mereka semakin berat bekerja, mereka menggangkuti lumpur agar selokan mampu lebih banyak menampung air.
Pembersih selokan mengatakan ada bermacam macam kesulitan yang menghadang mereka setiap kli terjun membersihkan gorong gorong. Saat berada di dalam saluran terkadang mereka bertemu dengan tonggak beton yang menopang bangunan diatasnya, belum lagi kabel kabel atau pipa milik telkom, PDAM, PLN, dan yang lainnya yang membuat sulit mereka.
yang jelas jika bertemu tikus kecoa dan yang lainnya mereka sudah sangat sering, bahkan para pekerja ini sering kali digigit oleh hewan tersebut.
Mereka sebenarnya adalah para pekerja yang harus mendapatkan perhatian lebih, karena tanpa mereka mungkin jalan jalan di jakarta akan banjir dan sulit untuk surut, maka dari itu kita jangan mencela pekerjaan mereka.

reverensi : kompas

Rabu, 07 Oktober 2009

MINYAK BUMI


Minyak bumi dalam bahasa latin disebut juga petroleum, dari kata petrus (karang) dan oleum (minyak), dijuluki juga sebagai minyak hitam, minyak bumi adalah cairan kental berwarna cokelat gelap atau kehijauan yang mudah terbakar yang berada dalam lapisan kerak bumi.

Minyak bumi terjadi karena adanya beberapa faktor yaitu :

  • Batuan sumber (source rock)
yaitu batuan yang menjadi bahan baku hidrokarbon. Biasanya batuan sumber ini adalah serpih, batuan ini kaya akan carbon yang didapat dari cangkang cangkang fosil yang terpendam dalam batuan itu.
  • Tekanan dan temperatur
untuk mengubah fosil menjadi hidrokarbon tekanan dan temperatur yang tinggi diperlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada menjadi rantai hidrokarbon.
  • Migrasi
Hidrokarbon yang telah terbentuk pada proses diatas memerlukan perpindahan ke tmpat dimana hidrokarbon memiiki nilai ekonomis untuk di produksi. Didalam batuannya sendiri hidrokaron tidak dapat di eksploitasi karena disana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehinga tahapan ini sangat penting.
  • Reservoar

Adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.

  • Perangkap (Trap)

Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan perangkap stratigrafi.

PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI

Seperti yang pernah saya tulis tentang komposisi minyak bumi, minyak bumi bukan merupakan senyawa homogen, tapi merupakan campuran dari berbagai jenis senyawa hidrokarbon dengan perbedaan sifatnya masing-masing, baik sifat fisika maupun sifat kimia.

Proses pengolahan minyak bumi sendiri terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu Proses Primer dan Proses Sekunder. Sebagian orang mendefinisikan Proses Primer sebagai proses fisika, sedangkan Proses Sekunder adalah proses kimia. Hal itu bisa dimengerti karena pada proses primer biasanya komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan berdasarkan salah satu sifat fisikanya, yaitu titik didih. Sementara pemisahan dengan cara Proses Sekunder bekerja berdasarkan sifat kimia kimia, seperti perengkahan atau pemecahan maupun konversi, dimana didalamnya terjadi proses perubahan struktur kimia minyak bumi tersebut.

Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil, seperti metan, yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih.

Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis, yaitu :

  1. Parafin

  2. Olefin

  3. Naften

  4. Aromat

    Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?

  5. Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu:

    1. Ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.

    2. Adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.

    3. Adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermeable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.

    Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari 65oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177oC.


LINK POWERPOINT :

http://www.scribd.com/full/20785663?access_key=key-qos8g03lecv23ywmsj1

Selasa, 06 Oktober 2009

testtttttttttttt....